Minggu, 23 Oktober 2016

PROFIL JOHNNY ANDREAN

PROFIL JOHNNY ANDREAN
Nama Johnny Andrean sudah sangat terkenal sebagai penata rambut atau hair stylish terkemuka di Indonesia dan salonnya yaitu Johnny Andrean Salon menjadi salah satu salon terbesar di Indonesia dan punya cabang berjumlah ratusan yang tersebar di kota-kota di Indonesia.
Johnny Andrean merupakan anak rantau dari Pulau Kalimantan. Ia lahir di Singkawang, Kalimantan Barat sekitar setengah abad yang lalu. Ia merupakan anak seorang pedagang hasil bumi dan juga pengelola salon. Keterampilan salon didapat dari ibunya.

Merantau Ke Jakarta dan Mendirikan Johnny Andrean Salon
Salon Johnny Andrean

Ingin hidup lebih baik, Johnny Andrean kemudian nekat untuk merantau ke Jakarta pada di akhir tahun 70an. Dengan bekal ilmu salon yang ia pelajari dari ibunya di Kalimantan, ia kemudian mencoba bertahan hidup dengan mendirikan sebuah salon kecil-kecil di tahun 1978 yang terletak di Jakarta Utara sembari terus belajar untuk menemukan model gaya rambut terbaru untuk pelanggannya.

Karena kepandaiannya dalam menata rambut dan keramahannya terhadap pelanggannya, lambat laun membuat usaha salon Johnny Andrean berkembang dengan pesat. Ia dikenal sebagai 'Si Tukang Keramas' karena kepandaiannya dalam menata model rambut dan memberikan model gaya rambut baru. Dua tahun berselang, ia kemudian membuka cabang salonnya di bilangan Mangga Besar, kemudian salon ketiganya ia buka di kawasan Wahid Hasyim dan setelah itu di wilayah Kebayoran Baru yang semuanya berada di wilayah Jakarta.

Semakin berkembangnya Johnny Andrean Salon membuat ia kemudian aktif untuk merekrut karyawan yang kemudian dilatih hair stylish. Ia sendiri kadang turun tangan langsung mengajarkan karyawannya bagaimana cara perawatan rambut yang baik dan benar, baik itu cuci rambut, creambath, hingga potong rambut.
Untuk memperdalam pengetahuannya mengenai gaya rambut, ia kemudian pergi belajar ke Eropa seperti ke Vidal Sasson Academy London, Alexander de Paris, Tony and Guy Academi London hingga Trevor Sorbie Academi London. Dari situ ia kemudian banyak menemukan model gaya rambut baru yang disukai oleh pelanggannya.

Johnny Andrean juga mendirikan Johnny Andrean School & Training sebuah sekolah hair stylish yang kemudian lulusan sekolah ini akan ditempatkan di salon-salon Johnny Andrean sehingga menurut Johnny Andrean, ia bisa mendapatkan karyawan salon yang berkompeten dan juga loyal kepada perusahaan.


Bisa dikatakan setiap tahun Johhny Andrean selalu membuka cabang baru untuk Salonnya sehingga membuatnya semakin terkenal di kalangan hair stylish dan model di Indonesia. Puluhan Cabang Salon ia miliki.
Ayah empat anak ini mengaku bahwa bisnisnya di dunia salon tidak selalu mulus.
Tahun 1998, sempat ditimpa musibah ketika kerusuhan tahun 1998. Kala itu, 19 salonnya jadi korban penjarahan pasca lengsernya Presiden Soeharto. Johnny berkata, “Dalam satu tahun Anda hanya bisa membuka 4 atau 5 salon. Tapi dalam semalam, hilang 19,” katanya. Kemudian lanjut berkata, “Saya mengatakan pada karyawan kami bahwa kita harus bisa menghadapinya bersama-sama. Maka kami berpindah-pindah di antara salon yang masih beroperasi. Tidak ada yang komplain, meskipun mereka kehilangan sebagian komisi mereka. ”
Ia kemudian mencoba bangkit dengan menata kembali bisnis salonnya hingga kemudian lambat laun usahanya bangkit kembali. Jaringan salon Johnny Andrean terus menerus tumbuh hingga sampai saat ini berjumlah lebih dari ratusan jaringan bisnis salon Johnny Andrean.


Membuka  BreadTalk
Setelah sukses dengan jaringan bisnis salon dan sekolah hair stylishnya, Johnny Andrean kemudian mencoba mengembangkan kemampuan bisnisnya di bidang lain yaitu di bidang food & beverage. Tahun 2003, Johnny Andrean meyakinkan jaringan roti terkenal asal Singapura yakni Breadtalk, dan kemudian membeli hak waralaba toko tersebut di Indonesia. Konsep penjualan Breadtalk oleh Johnny di  Indonesia sangat cerdas, ia mendesain Breadtalk di mall terbuka dan konsumen melihat langsung pembuatan roti , sehingga menarik perhatian konsumen untuk berkunjung dan membelinya
Hasilnya, bisnis Breadtalk yang dirintis Johnny ini sangat laris manis, hingga pada tahun 2007 ia berhasil membuka 35 Breadtalk di Indonesia.

Mendirikan J.Co
Lagi-lagi, Johnny membuka satu bisnis lain di industri beverage, kali ini yang dipilihnya adalah donat. Ide ini lahir dari hobinya yang sering travelling ke luar negeri. Awalnya ia hendak menggunakan konsep yang sama dengan BreadTalk, yakni membeli hak waralaba dari luar negeri. Namun hal ini urung dilakukannya karena ia merasa donat luar negeri kurang memenuhi standarnya. Maka, tahun 2005 ia mengibarkan J-Co Donuts & Coffee. Ia rela melakukan survei dan riset ke berbagai negara, seperti Australia, Amerika Serikat, Jepang dan berbagai negara Eropa karena ia tahu bahwa salah satu obsesinya adalah menjadi pemain global.
Mengadopsi gerai terbuka seperti halnya BreadTalk, J.Co berhasil menarik sambutan yang luar biasa dari pasar. Awalnya, banyak yang menyangka bahwa gerai donat ini merupakan waralaba asing. Sebab saat itu konsep open kitchen belum umum di Indonesia. Namun, J.Co adalah produk asli Indonesia, yang mana hingga kini, ada lebih dari 40 gerai J.Co yang tersebar di Indonesia dan telah merambah ke negara-negara seperti Malaysia dan Singapura.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar