Selasa, 08 Januari 2019

Makalah Agama Sikh

ILMU PERBANDINGAN AGAMA
Dosen Pengampu :
Untung Suhardi,S.Pd.H,M.Fil.H
“AGAMA SIKH”

Oleh :
Kadek Sucipta
Putu Sriasih
SEKOLAH TINGGI AGAMA HINDU
DHARMA NUSANTARA
JAKARTA
2018
i
KATA PENGANTAR
Om Swastyastu,
Puja astungkara penulis haturkan kehadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa karena atas asung kerta waranugraha-Nya penulis dapat menyelesaikan penyusunan makalah ini dengan baik dan tepat pada waktunya. Adapun tujuan penyusunan makalah ini adalah untuk memenuhi tugas mata kuliah Perbandingan Agama pada semester VII di tahun 2018/2019
Ucapan terimakasih penulis sampaikan kepada pihak-pihak yang telah membantu proses penyusunan makalah ini, yaitu:
1. Bapak Untung Suhardi,S.Pd.H,M.Fil.Hyang telah membimbing dan memberikan pengarahan kepada penulis dalam penyusunan makalah.
2. Teman-teman Kelas Reguler pendidikan dan penerangan semester VII yang telah menyumbangkan ide, gagasan, waktu, dan materi untuk menyelesaikan penyusunan makalah ini.
3. Semua pihak yang tidak dapat disebutkan satu persatu yang telah membantu menyelesaikan makalah ini dari awal persiapan, proses hingga terselesaikannya makalah.
Semoga makalah ini dapat memberikan manfaat dan pembelajaran bagi seluruh kalangan mulai dari pelajar, dosen/pengajar dan masyarakat umum yang membacanya. Penulis menyadari makalah yang tersusun jauh dari kata sempurna, untuk itu kritik dan saran senantiasa diharapkan demi kesempurnaan penulisan dan penyusunan makalah selanjutnya.
Om Santih Santih Santih Om
ii
DAFTAR ISI
Kata Pengantar ........................................................................................................... i
Daftar Isi..................................................................................................................... ii
Abstrak ....................................................................................................................... iv
BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang ................................................................................................. 1
1.2.Rumusan Masalah ............................................................................................. 2
1.3. Tujuan Penulisan ............................................................................................. 2
BAB II
PEMBAHASAN
2.1.Sejarah Agama Sikh dan Ruang Lingkup ........................................................... 3
2.2 . Pendiri Agama Sikh ......................................................................................... 5
2.3. Sejarah dan Guru-guru Agama Sikh ................................................................. 8
2.4 Perang Sikh ........................................................................................................ 11
2.5 Adat-istiadat Penganut Sikh .............................................................................. 12
2..6 Kitab-kitab Suci Agama Sikh ........................................................................... 13
2.7 Ajaran-ajaran Suci dan Praktek Keagamaan Sikh ............................................. 15
2.8. Konsep Ketuhanan dalam Agama Sikh ............................................................ 16
2.9 Ajaran Nanak Tentang Manusia ........................................................................ 17
2.10 Ajaran Nanak Tentang Alam ........................................................................... 17
2.11 Tentang Ibadah dan Tempat yang disucikan ................................................... 18
iii
2.12 Tentang Apsek Eskatologi (Hidup Setelah Mati) ............................................ 19
2.13 . Hari-hari Besar ............................................................................................... 19
2.14. Agama Sikh dan Agama Lain-lain ................................................................. 22
BAB III
PENUTUP
3.1. Kesimpulan ....................................................................................................... 26
iv
ABSTRAK
Agama Sikh merupakan (Sikhisme) merupakan sinkronisme dari Hinduisme dan Islam yang masuk ke india. Guru nanak sebagi pendiri agama Sikh ingin menyatukan kedua agama ini dalam semboyan “tidak ada Hindu, tidak ada Muslim”. Sikhisme berangkat dari perjalan sejarah antara Hindu dan Islam yang sekian lama saling bermusuhan di india. Agama Sikh dalam ajaran ketuhannya percaya pada Satu tuhan tertinggi (monotheisme) dan tidak diaplikasikan dalam bentuk apapun. Agama Sikh sangat menentang penyembahan terhadap berhala, inkarnasi Tuhan dalam bentuk manusia dan sebagainya yang terdapat dalam Hinduisme. Oleh sebab itu, dalam hal transendensi, Sikh lebih menekankan kepada ajaran tauhid islam, sedangkan dalam hal imanensi Tuhan, agama Sikh lebih menekankan kepada panteisme dalam Hindu.
1
BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang.
Sejak awal kehidupan manusia selama berabad abad tahun lamanya itu merupakan bukti nyata sejarah masa lalu yang bernilai tinggi, banyak sekali penilaian tinggi. Banyak sekali peninggalan yang luar biasa, seperti kebudayaan, bangunan, ataupun dalam bidang sosial serta agamanya yang mungkin peninggalan-peninggalan tersebut merupan bentuk dari ritual kepercayaan mereka itu yang telah punah ataupun ada yang masih bertahan meskipun dalam golongan yang minoritas sebagai suatu studi yang masih di telati hingga saat ini.
Terkait masalah agama, kami akan membahas tentang agama sikh, sebagaimana kita ketahui, bahwa agama ini muncul di india, tepatnya di Punjab, dimana Negara ini yang banyak memunculkan agama agama khususnya sebagai reaksi terhadap sosial cultural masyarat india pada saat itu, seperti hindu, budha, jain, dan sebagai nya termasuk yang akan kami bahas pada permakalahan kami ini. Agama sikh ini muncul tidak seperti agama agama kuno sebelumnya, agama ini hadir setelah agama hindu dan islam, lahir dan mulai berkembang bersamaan waktunya dengan kelahiran agama protestan di eropa, tepatnya yaitu pada abad yang ke 19 M. serta konsep ajaran agamanya sudah sangat sistematis baik mengenai ketuhanan nya, ritualnya, dan sebagainya.
Dalam makalah ini akan dijelaskan sejarah awal kemunculannya serta perkembangan mengenai agama sikh itu sendiri. Selain itu, dibahas pula mengenai ajaran dan praktek keagamaannya sebagai esensi yang tak terpisahkan di dalam suatu agama tersebut.
2
1.2. Rumusan Masalah.
Pertanyaan yang begitu luas menyebabkan kita dapat melihat dari berbagai sudut pandang yang berbeda sehingga dalam penulisan makalah ini penulis menyertakan permasalahan yang akan dibahas yaitu:
1.2.1 Bagaimanakah sejarah agama Sikh dan ruang lingkupnya ?
1.2.2 Bagaimanakah pokok ajaran dalam agama Sikh ?
1.3. Tujuan Penulisan.
Berdasarkan Rumusan Masalah di atas ada beberapa tujuan penulisan makalah ini antara lain:
1.3.1. Untuk mengetahui sejarah agama Sikh dan ruang lingkupnya.
1.3.2. Untuk mengetahui pokok ajaran dalam agama Sikh.
3
BAB II
PEMBAHASAN
2.1. Sejarah Agama Sikh
Sejak berabad-abad orang-orang india menerima Hinduisme sebagai suatu yang suci dan tidak dapat diubah. Pada tahun 780 M, kontinen india sebelah selatan menjadi sasaran mogul. Invasi dimulai dari utara. Perlawanan dilakukan pada permulaannya. Penduduk Hindu, yang memang bersifat lembut dan cinta damai, kemudian menyerah pada invasi ini dan akhirnya orang-orang mogul memerintah india. Muculnya bangsa mogul membawa nilai-nilai baru ke india yang berbeda sekali dengan nilai-nilai yang telah berlaku.
Dan ketika abad ke-15 mulailah gerakan Bhakti di india. Kampanye ini banyak persamaannya dengan”Reformasi Agama di eropa”dimana para reformis memprotes terhadap norma-norma ritual dalam agama dan tahayul pada zaman itu.
Penganjur-penganjur falsafah Bhakti ini mengajarkan bahwa etika pribadilah yang merupakan inti dari agama, dan bahwa bentuk dan tempat bersembahyang adalah tidak banyak artinya. Mereka mengajarkan bahwa tujuan dari Hinduisme dan islam adalah sama, bahwa semua perbedaan sosial dan kebudayaan diantara keduanya adalah tidak perlu bila membuat perbedaan ini sebagai tujuan perjuangan, kebencian, dan permusuhan agama.
Namun, gerakan ini tidak memiliki pemimpin dan penuntun. Guru nanaklah yang kemudian memberikan pimpinan dan tuntunan dan dia merupakan pendiri dari kepercayaan Sikh ini. Agama sikh berasal dari anak benua Indo-Pakistan, tepatnya wilayah bagian Punjab. Di tempat ini pula Ahmadiah muncul pada pertengahan abad ke-19. Hingga sekarang daerah Punjab merupakan daerah kediaman sebagian besar pengikut agama Sikh atau Sikha, yang menurut catatan paling akhir berjumlah sekitar 16 juta jiwa atau sekitar 2% dari seluruh penduduk india saat ini.
Agama Sikh lahir dan mulai berkembang bersamaan waktunya dengan kelahiran agama protestan di Eropa, yaitu di akhir abad ke-19 Masehi. Guru nanak sendiri hanya 14 tahun lebih tuadaripada Martin Luter, pendiri amaga protestan itu.
4
Motivasi kelahirannya juga senada dari kelahiran protestan. Kalau protestan lahir sebagai reaksi terhadap eksistensi dan kekuasaan gereja Katolik Roma di deretan Eropa, maka agam Sikh lahir sebagai reaksi terhadap agama Brahma atau Hinduisme.
Memang baik dari segi sosial dan politik, maupun dari sudut pandangan agama, agama Sikh sungguh menentang pengaruh Brahmana dan system kasta yang diajarkannya. Mungkin pendapat yang mengatakan bahwa ia lebih dekat kepada islam daripada Hinduisme ada benarnya.
Pengikut Guru Nanak , pendiri agama Sikh, yang beragama Hindu tidak dianggap sebagai penganut politeisme, karena mereka mengatakan bahwa mereka adalah penganut kepercayaan yang monoteis. kenyataan ini dapat dianggap sebagai pertanda bahwa agama Sikh lebih merupakan agama yang mencoba menyatukan ajaran monoteis islam dengan politeis, Hinduisme. 0leh sebab itu, dari satu segi, adalah menarik juga kalau banyak di antara penulis biografi guru Nanak menganggap Sikh sebagai suatu agama damai atau agama kedamaian, sementara, dari segi lain, orang dapat menyangkal pandangan ini. Sejarah mencatat bagaimana getolnya kaum Sikh melakukan berbagai peperangan dan betapa militannya mereka melakukan gerakan-gerakan kekerasan. Mereka menimbulkan benturan-benturan yang menodai sejarah dan menggoyahkan haluan hidupnya semenjak aspirasi politik mulai mempengaruhi mereka di bawah pembinaan guru yang ke lima, Guru Arjun. Adalah aneh, hubungan rohaninya dengan islam dan Hindu, akan tetapi dengan Buddhisme dan kristen jarang terdengar komentar. Hanya Guru Govind Singh yang terlihat berusaha menarik minat umat Buddha dan pengikut Kristen. Dia sendiri, melalui pernyataan dan perbuatannya, tampak agak terpengaruh oleh kedua agama tersebut. Hal ini mungkin dapat dianggap memperkokoh kedudukan Sikh sebagai agama sinkritis.Memang, agama Sikh bukan Hinduisme dan bukan pula islam. agama tersebut adalah .Agama guru dan Murid. Pada waktu Nanak pergi naik haji ke Mekah, pakaian umrah yang dikenakannya berwarna biru, menyalahi pakaian umrah yang biasa berlaku, yaitu putih. Nanak sendiri pada waktu umrah berlaga k seperti seorang darwis atau fakir yang minta-minta. ketika ia pergi ke ceilon, raja ceilon saat itu ingin
5
mendapatkan kepastian tentang agama Nanak apakah Muslim atau Hindu. ketika hal tersebut ditanyakan kepadanya, ia menjawab:
The True Guru has solved the problem of two ways It is he, (who fixed attention on one God, and whose mind-wave-reth not, who can understand it. Nanak mengaggap dirinya sungguh-sungguh telah menjadi seorang guru yang mengajarkan suatu agama atau kepercayaan baru, yaitu “tidak ada Hindu dan tidak ada Muslim.”
2.2 Pendiri Agama Sikh.
Pendiri Agama Sikh adalah guru Nanak. riwayat hidupnya yang lengkap termuat dalam sebuah buku yang dikenal dengan nama janam Sakhis, kisah-kisah kehidupan. Mak Arthur Macauliffe menulis sebuah buku yang berjudul : The Sikh Religion: It.s Gurus, Sarced writings and Authors, 6 jilid (london: oxford university Press, 1909), yang memuat terjemahan lengkap janam Sakhis tersebut.guru Nanak dilahirkan di talwandi Rai Bhoe, sebuah desa kecil di tepi sungai Ravi, sekitar empat kilometer sebelah barat lahore, ibu kota wilayah Punjab, pada tanggal (15 April 1469). Desa tersebut sekarang dikenal dengan nama Nankana Sahib, yang berarti desa tempat kelahiran Nanak. Dari sudut kacamata Hindu, orang tuanya memiliki kasta –ksatria. Ayahnya, Mehta kalu, adalah seorang Patwari, atau Akuntan desa, yang bekerja pada perusahaan milik Rai Bular, seorang Muslim, pemilik tanah yang luas di desa itu. ibunya, tripta, adalah seorang Hindu yang fanatik. Mereka adalah keturunan suku khattri yang termasuk bangsa Arya. 0leh sebab itu agama Sikh dikategorikan sebagai agama yang lahir atau berasal dari bangsa Arya, sebagaimana halnya agama Hindu, & jain dan Zoroaster. Seperti halnya cerita atau riwayat hidup para pendiri agama-agama lain, khususnya pendiri pendiri agama bukan wahyu, riwayat hidup guru Nanak juga diwarnai oleh cerita-Cerita yang penuh dengan keajaiban. Di ceritakan, bahwa Nanak adalah seorang yang cerdas. Pada umur yang sangat muda yaitu 5 tahun ia sudah mulai berbicara tentang tuhan dan bicaranya yang lancar ini dikagumi oleh semua orang. Pada usia tujuh tahun ia diserahkan kepada seorang guru desa untuk belajar membaca dan berhitung. karena kepintarannya, dalam waktu singkat ia berhasil menguasai kedua dasar pengatahuan pokok itu. Selanjutnya ia
6
diserahkan kepada seorang Maulavi desa untuk belajar bahasa Persia dan Arab. Di samping itu, menurut cerita, ia juga belajar al Qur’an dan Sastra Arab atau sastra islam pada Sayyid Hasan, seorang guru sufi pada waktu itu.
kemudian ia dikirim kepada seorang Brahmin untuk mempelajari buku-buku Leda dan Sastra, tetapi di sini juga ia tidak belajar lama. Setelah sudah agak mahir dalam bahasa Parsi, ia meninggalkan sekolah dan menggabungkan diri dengan orang-orang suci. ia diajarkan bahasa Persia dan kesusastraan islam oleh Rukn ud-Din, guru bahasa Persia. Dari pengetahuan bahasa Persia ini sejumlah Syair ditulisnya dalam bahasa tersebut dan terdapat dalam Adi Granth yaitu kitab Suci Agama Sikh. Bebarapa tahun kemudian, ketika Nanak mencapai usia yang menurut tradisi Hindu harus mengikuti upacara upayanama (inisiasi) untuk menerima tanda pensucian, ia menolak segala upacara itu, termasuk memakai tanda pensucian bagi dirinya. Karena sikapnya yang menentang itu, para pendeta merasa tersinggung dan memperingatkan Nanak agar bersedia mengikuti upacara inisiasi atas dirinya. Akan tetapi Nanak tetap menolak dan para pendeta tidak berhasil memaksanya.Nanak selalu melawan adat-istiadat kolot agama Hindu sehingga pada umur 9 tahun ketika ia hendak dikalungi benang keagamaan di lehernya pada upacara Yajnopayitam, ia menolak dengan tegas dan meminta penjelasan akan guna benang tersebut. Setelah dijelaskan oleh pendita keluarganya bahwa benang tersebut adalah lambang agama Hindu dan bahwa tanpa benang tersebut seorang Hindu dari kasta tinggi bisa kehilangan hak-hak kekastaannya, ia makin keras menolak dianugrahi benang tersebut.
Sejak semula Nanak sudah kelihatan sebagai orang yang nantinya akan tumbuh menjadi seorang perenung, senang bermeditasi, menjalani hidup dan kehidupan mistik. Ayahnya berusaha menjauhkannya dari kesenangan merenung tersebut dengan memberinya kesibukan dan mencarinya pekerjaan, karena ayahnya bercita-cita agar Nanak menjadi seorang pengusaha yang berhasil nantinya. Akan tetapi semua usaha ayahnya gagal. Nanak bahkan bertambah lari ke kehidupan Meditatif.
7
Ia makin lama makin tenggelam dalam kehidupan menyendiri dan berkontempalasi, dan ayahnya gagal mengalihkan perhatiannya kepada dunia usaha dan kesibukan duniawi. tindakan ini sangat menusuk hati ayahnya yang berusaha keras agar anaknya merubah pendiriyannya dan menjadi seorang pedagang.
Jiwa Nanak memang sudah mencari tuhan, sebab ia sama sekali tidak tertarik pada bermacam-macam pekerjaan ang diberikan oleh ayahnya mencangkul di ladang, bekerja di toko kecil, dan sebagainya. Ia menggunakan setiap kesempatan untuk menyelinap pergi ke tempat-tempat sunyi di mana ia dapat merasakan kesatuan dan keindahan alam dan mencari tuhan, yang berkat cintanya telah menganyam pola indah yang tiada taranya ini.Kemudian pada umur yang masih belia yaitu 16 tahun, ia dikawinkan oleh orang tuanya dengan maksud mengalihkan pikirannya dari hal-hal yang khayali. tetapi usaha orang tuanya ini pun nyatanya tidak berhasil. Sebab, pada waktu ibunya dengan putus asa meminta agar ia menghentikan meditasinya, ia tidur selama empat hari berturut-turut dengan ancaman bahwa ia akan mati bila nama tuhan dilarang mengucapkannya. Guru Nanak menghabiskan sisa-sisa hidupnya di kartarpur, tempat jamaah-jamaah besarnya selalu hadir mendengarkan dia berkhotbah. Setiap orang yang melihat dan mendengar khitabahnya selalu terpesona oleh kesalehan dan kepribadiannya yang luar biasa, juga kesucian jiwanya yang sangat kentara dalam setiap tingkah lakunya. Dikatakan, bahwa ia benar-benar merupakan hamba tuhan dan kemanusiaan. Pada hari wafatnya, yang bertepatan dengan tanggal 22 September 1539, pada usia 70tahun.[5] Suatu perselisihan dan pertengkaran diceritakan terjadi antara kaum Hindu dan umat islam. Masing-masing pihak menuntut bahwa pihaknyalah yang berhak merawat jenazahnya sesuai dengan ajaran yang dianutnya. Kaum Hindu mengatakan, bahwa Nanak adalah orang Hindu, sebab dilahirkan di rumah dan kelurga Hindu, sementara umat islam mengatakan, bahwa Nanak adalah seorang Muslim karena percaya pada syahadat islam dan sudah melaksanakan rukun islam yang kelima, yaitu haji. Pertengkaran itu berakhir dengan sendirinya, karena sewaktu mereka membuka penutup jenazah Nanak, mereka hanya menemukan setumpuk kembang dan tidak mendapati jasadnya.
8
2.3 Sejarah dan Guru-guru Agama Sikh
Sebagaimana telah disebutkan sebelumnya, guru Nanak oleh para pengikut dan penganut agama Sikh diakui sebagai guru Agung, guru utama yang Suci, yang telah melahirkan dan mengajarkan satu agama yang sangat berbeda dengan agama Hindu atau Hinduisme. Malahan, ide-ide keagamaannya hampir sama dengan ide-ide keislaman, terutama dari segi mistik. itulah sebabnya guru Nanak juga dikatakan sebagai seorang sufi. Akan tetapi, agama Sikh mengalami perjalanan sejarah yang ironis. Bersamaan dengan perjalanan waktu yang dilalui orang orang Sikh yang menyebut diri mereka sebagai pengikut setia guru Nanak, mulai semakin dekat kepada Hinduisme dan sebaliknya semakin asing dari islam. Hal ini dimungkinkan oleh adanya tiga faktor utama:
1. Setelah Nanak meninggal dunia banyak pengikut Nanak menghimpun diri dalam satu golongan atau sekte tersendiri, meskipun guru Nanak tidak secara terang-terangan menyatakan telah membawa agama baru dan tidak membentuk satu masyarakat terpisah dari penganut-penganut agama lain.
2. Kebanyakan dari pengikut agama Sikh berasal dari penganut agamaHindu yang masih mengikuti ajaran dan praktek keagamaan yang lama.Mereka juga lebih dekat dengan hubungannya dengan agama lainnyadaripada islam.
3. Konflik-konflik politik antara kaum Sikh dengan penguasa kerajaan Mongol membuat mereka benci kepada islam dan umat islam pada umumnya. 0leh karena itu mereka lebih dekat dengan orang-orang Hindu danmenjadikannya satu sekte cara berturut-turut. Kesembilan guru tersebut masing-masing berkuasa penuh selama masa jabatannya untuk mengendalikan ke mana agama dan umat Sikh akan dibawa. Berikut adalah sepuluh urutan masing-masing guru Sikh beserta peranan masing-masing dalam perjalanan sejarah agama Sikh:dari Hinduisme. Hal ini terlihat setelah Sikh berada di bawah kepemimpinan guru ke lima mereka. Sampai dewasa ini, pengikut agama Sikh mempercayai dan mengikuti sepuluh orang guru yang sangat besar peranannya dalam sejarah agama Sikh.
9
Mereka terdiri dari guru Nanak, sebagai pelopor dan guru Agung yang suci itu, beserta sembilan orang guru penggantinya setelah Guru Nanak meninggal:
1. Guru Nanak. Riwayat hidupnya sudah di uraikan
2. Guru Angarh (1539-1552).
Ia menjadi guru karena sudah ditunjuk langsung oleh guru nanak sebagai pegantinya, saat sebelum nanak meninggal dunia, ia merupakan seorang pengikut nanak yang tekun, hidup sederhana sebagaimana nanak. Dengan kebijaksanaannya ia berhasil mencegah terjaddinya perpecahan antara pengikutnya dengan mereka yang mengikut putra guru nanak, Sri Chand yang menuntut bahwa dialah yang berhak menggantikan bapaknya.
3. Amar Das (1552-1574).
Peranan pertamanya adalah mengorganisir orang-orang Sikh menjadi dua sangat atau jamaah yang mendirikan lembaga yang dikenal dengan guru ka langar atau dapur umum tempat semua orang dari seluruh kasta dapat dengan bebas mengambil makanan bersama-sama.
4. Ram Das (1574-1581).
Guru ini memulai pengalihan danau besar yang disebut amitshar, juga merencanakan kontruksi kuil emas di tengah-tengah danau tersebut lokasi danau tersebut disediakan di tengah-tengah sultan akbar dan peletakanbatu pertama pembangunan kuil tersebut dilakukan oleh sufi besar, Hazrat Mian Meer daei Lahore.
5. Arjun (1581-1606).
Ia merampungkan pembangunan kuil Amritshar, menyempurnakan penyusunan kitab suci agama Sikh.
10
6. Har Gobind (1606-1645).
secara terbuka dan langsung sejak masa Guru Arjun, maka Har Gobind mulai berpikir tentang keamanan dan keselamatan dirinya, ia mengangkat pengawal-pengawal pribadi dan memerintahkan para pengikutnya untuk memasuki dinas ketentaraan.
7. Har Rai (1645-1661).
Ia adalah cucu Har Gobind. Ia berusaha keras meningkatkan semangat kemiliteran kaum Sikh. Ia menjalin kerjasama dengan Dara Shikoh, seorang moderat, petra Shah jehan.
8. Hari Krishen (1661-1664).
Guru Har Rai ia tidak menunjuk putranya yang tertua, Ram Rai, menjadI penggantinya, melainkan Hari Krishen, putranya yang kedua. Hal ini disebabkan karena putra tertuanya itu menjalin hubungan dengan musuhnya, Aurangzeb.
9.Tegh Bahadur (1664-1675).
Pada saat Hari Krishen meninggal dunia, beberapa orang utama di lingkungan kaum Sikh tampil menuntut agar diangkat menjadi guru penggantinya. Pilihan akhirnya jatuh pada Tegh Bahadur. Ram Rai saingan terdekatnya, dia semakin kecewa dengan kecewaannya membuat dia memisahkan diri kaum Sikh pada umumnya, dan menjadikan dirinya sebagai musuh utama Regh Bahadur.
10. Govind Singh (1675-1708).
Selain Guru Har Gobind yang sempat menjadi guru kurang lebih 39 tahun, maka Guru Govind Singh yang lama menjadi guru selama 33 tahun. Selama itu ia berhasil menahan diri dari dendam terhadap orang yang membunuh ayahnya yaitu’Tegh Bahadur.
11
2.4 Perang Sikh
1. Perang Sikh Pertama (1845-1846)
Menjelang pertengahan abad ke-19, pengikut agama Sikh sudah semakin besar jumlahnya dan kekuatannya juga sudah semakin teratur. Dibawah Govind Singh dan Ranjit Singh mereka berhasil menaklukan dan perluasan wilayah sampai ke bagian selatan india, wilayah Asam. Perjanjian persahabatan dengan penjajah inggris tahun 1809 merupakan hal yang paling menguntungkan Sikh. Eksistensinya semakin kokoh dan mulai diperhitungkan oleh inggris. Dalam perjanjian tersebut, kaum Sikh mengakui sungai Sutlej sebagai batas paling selatan daerah kekuasaan mereka yang memisahkannya dari daerah kekuasaan inggris. Kaum Sikh mulai melupakan perjanjian mereka dengan inggris dan mulai merasa ketakutan. Pada tahun 1845, mereka mendahului menyerang inggris dengan menyebrangi sungai Sultej dan berusaha merampas wilayah pinggiran sungai yang dikuasai inggris itu. dalam penyebrangan ini mereka mengalami kekalahan besar, dan pada tahun 1846 mereka terpaksa menerima semacam perlindungan dari inggri, setelah dipaksa menyerahkan kasymir kepada inggri.
2. Perang Sikh kedua (1848-1849)
kekalahan yang diderita kaum Sikh yang pertama menimbulkan dendam kepada inggris. Maka pada tahun 1848 mereka kembali mengarahkan kekuatan untuk berperang terhadap inggris. Perang ini tidak sedahsyat perang yang pertama, sehingga peperangan ini dengan mudah dimenangkan oleh inggris, dan akibatnya kaum Sikh terpaksa menyerahkan seluruh daerah mereka untuk digabungkan ke dalam wilayah inggris. Sehingga Maha Raja Duplih Singh, raja terakhir kerajaan Sikh, menyatakan tunduk di bawah kekuasaan inggris. Duplih Singh pernah menghadiahkan koh-i-Nur, permata terbesar kepada Ratu inggris dan kemudian dijadikan hiasan mahkota Ratu inggris, Ratu VICtoria (1837-1901). Ratu ini dijuluki sebagai Ratu Penakluk india, karena di bawah pemerintahannya inggris berhasil secara tuntas menumbangkan kekuasaan kekaisaran Mughal dan merampas ibukotanya, Delhi, tahun (1858) dari tangan Sultan Bahadur II (1838-1858).[10]
12
Semenjak kekalahan kaum Sikh dalam perang kedua ini, mereka tidak pernah lagi tampil sebagai kekuatan Yang menantang kekuasaan inggris di india. Sebaliknya, banyak di antara kaum Sikh militan, pengikut Govind Singh, memihak kepada inggris dan membantunya berbagai peperangan. Bahkan kelompok militer Sikh militan terhadap inti pasukan inggris di india. Hubungan antara Sikh dan inggris yang bersejarah ini menyebabkan kaum Sikh mendapat tempat juga di daratan inggris. Banyak orang Sikh yang hidup di inggris. Mereka tinggal baik sebagai pedagang, pengusaha dan buruh, maupun sebagai anggota militer inggris. Banyak pula diantara mereka yang sudah menjadi warga negara inggris. Bahkan rumah suci atau kuil kebanggaan mereka yang terbesar kedua di luar india setelah Amritsar, kul emas di Punjab yang berada di london, yang baru-baru ini diresmikan pemakaiannya setelah direnovasi.Menjelang akhir abad ke20 ini, kaum Sikh terlibat dalam konflik besar-besaran dengan orang-orang Hindu. Konflik agama da politik ini telah menimbulkan korban yang sangat besar di kedua belah pihak dan memakan waktu yang lama. Motifnya yang pokok adalah karena kaum Sikh yang minoritas merasa diperlakukan tidak adil oleh pemerintah india semenjak negara tersebut merdeka dari inggris. Mereka menuntut mendirikan negara sendiri yang terpisah dari inida. Tuntutan ini tidak mendapat persetujuan dari pemerintah india. Pada tahun (1948), kaum Sikh memproklamirkan negara Sikh yang berdiri sendiri dengan nama Republik Khalistan. Markas besarrnya berada di london. Dr. Ragjit Singh, menjadi presiden republik itu.
2.5 Adat Istiadat Penganut Sikh
Adat istiadat bermula sejak kelahiran sehingga kematian penganut Sikh. Pemberian hadiah merupakan amalan biasa untuk menyambut kelahiran bayi. Pemberian nama merupakan upacara penting dan ia dikenali sebagai Naamkaran. Disini bayi yang baru lahir itu akan diberikan nama selepas Granthi membaca Ardas. Kemudian kitab mereka Sri Guru Granth Sahib akan dibuka secara rambang. Yaitu akan dinamakan mengikut huruf pertama dalam mukasurat itu. Nama akhir untuk penganut Sikh adalah sama dan berbeda hanya mengikut jenis kelaminnya yaitu
13
Singh bagi lelaki, manakala perempuan dipanggil kaur. Singh bermaksud “Singa” dan “kaur pula bermaksud “Puteri”. Apabila seseorang remaja lelaki mencapai umur sebelas hingga enam belas tahun dia akan melalui satu upacara pemakaian serban. Upacara yang dipanggil Dastar Bandhni biasanya dilakukan oleh para agama Sikh dipanggil Granthi atau ketua masyarakat. Bagi seorang Sikh, perkawinan adalah suci dan mereka percaya pada sistem monogami. Dalam agama mereka, penceraian adalah mustahil dan tidak dibenarkan. Walaupun begitu, perceraian masih boleh dilakukan di mahkamah sivil.
2.5 Kitab Kitab Suci Agama Sikh
Kepemimpinan guru yang menguasi kehidupan agama sikh berakhir secara resmi dengan berakhinya jabatan guru yang kesepuluh pada tahun 1708. Sejak itu guru kaum sikh adalah kitab sucinya, teutama Adi Granth, karena disamping kitab ini terdapat terdapat pula kitab suci yang kedua, yaitu Dasam Granth. Tersusunnya kedua kitab suci ini tidak bisa dipisahkan peranan guru-guru dalam agama tersebut.
1. Adi Granth
Kitab suci ini disebut juga granth sahib, dan merupan kitab yang disusun oleh guru yang kelima, arjun, di Amristar. Sebbelumnya, Guru Angarh, guru kedudua, sudah bekerja melapori penysunan naskah Punjabi, Gumurkhi. Kedamnya ia memasukkan himpunan syair-syair serta fatwa-fatwa Guru Nanak. Naskah ini menjadi embrio bagi kelahiran Adi Granth.
Adi Granth mempunyai tiga versi, yaitu Kartar Vali Bir, Bhai Bano Vali Bird dan Dam Dama Vali Bir. Yang tersebut akhir merupakan buku kecil, hasil revisi Guru Govind Singh yang melengkapi dan menyisapi isi kitab yang disusun ayahnya, Tegh Bahadur. Sisipan itu terdari dari nyanyian suci yang disusun oleh lima orang yang pertama, dan yang disususn oleh Govind Singh sendiri, serta syair syair yang di ambilkan dari mahabarata dan Ramayana hindu.
Tulisan-tulisan dalam Adi Granth dapat mendadi tiga macam, yaitu pertama, nyanyian-nyanyian suci yang disusun oleh guru-guru sikh. Bagian ini merupan
14
bagian yang paling besar, terdari dari 2218 syair oleh Arjun; 974 syair oleh Guru Nanak; 907 susunan Amar Das; 679 Ram Das, 115 karangan Tegh Bahadhur dan 62 syair. Kedua nyanyian yang berasal dari kaum mistik, baik yang beragama hindu maupun kaum sufi. Bahagian yang paling besar dari nyanyian ini adalah dari sufi besar, yaitu Kabir dan Farit. Ketiga, pujian-pujian yang diajukan terhadap kaum sikh. Syair-syair yang terdapat dalam Adi Granth tidak disusun berdasarkan pengarang atau tema pokok, melainkan terbagi menjadi tiga belas ragas, yaitu semacam model model music yang di nyanyikan.
2. Dasam Granth
Kitab ini juga disebut dengan Dasvin Padshah ka Granth dan merupan kumpulan tulisan Guru Govind Singh sendiri. Isinya dapat dibagi empat bagian, yaitu bagian mitologi; bagian yang bercorak filosofis, bagian yang berisi otobiografi; dan bagian yang ada sangkut pautnya dengan masalah hawa nafsu atau erotik.
Bagian terbesar adalah mitologi, yaitu dongeng-dongeng yang di ceritan oleh Guru Govind Singh mengenai dewa-dewa dan dewi-dewi agama hindu. Unsur yang membuat masalah-masalah yang bersifat filosofis adalah bagian yang terdari dari karya-karya terkenal seperti Jab Shahib (tidak sama dengan Jappi Guru Nanak), akal ustat, Gyan Probodh dan Sabad Hazare. Bagian yang berkenaan dengan riwayat hidup atau biografi termasuk ke dalam Bichitra Natar dan Zafar Nama. Bagian yang berkenaan dengan uraian yang ada hubungannya dengan hawa nafsu atau erotik, yang bisa dibandikan dengan Pakhyan Charits dan hikayat-hikayat, termasuk di antaranya adalah cerita-cerita yang di ceritakan oleh Guru Govind Singh mengenai godaan-godaan yang sangat cabul.
Sebagai tambahan atau pelengkaap Adi Granth, terdapat Janam Sakhis atau riwayat hidup Guru Nanak secara tradisional. Kitab-kitab ini berisi dongeng-dongeng dan penuh dengan cerita-cerita mukjizat keajaiban-keajaiban. Di antara Janan sakhis yang terkenal adalah janam Shahi Bhai Bala, Vilayat Vali janam Sakhi, yang katanya sudah di tulis semenjak tahun 1558 oleh seorang yang bernama Sewa Das, dan Hafizabat Vali Janam Sakhi.
15
2.6 Ajaran-Ajaran Suci dan Praktek Keagamaan Sikh
a. Ajaran Agama Sikh.
1. Tentang Tuhan yang Maha Esa.
2. Tentang Sabda adalah kata tuhan.
3. Tentang guru sebagai Penuntun Hidup Abadi.
4. Tentang Praktek Spirituil (Sadhana).
b. Dasasila Ajaran Guru Nanak:
1. Engkau harus percaya kepada Tuhan Yang Maha Esa.
2. Engkau harus menghormati manusia sesamemu, baik laki-laki maupun wanita, dengan respek yang sejajar.
3. Engkau harus mempunyai rasa peri-kemanusiaan yang luas dan mendalam.
4. Engkau harus memajukan watak pribadimu dengan perbuatan kebajikan yang mulia dan luhur.
5. Engkau harus selalu ingat kepda tuhan.
6. Engkau tidak boleh buta akan kepercayaan
7. Engkau harus menolak perbedaan kasta.
8. Engkau tidak boleh berjanji dengan mempergunakan bentuk dan adat istadat agama.
9. Engkau tidak boleh menyangkal kenyataan dunia ini.
10. Engkau tidak boleh percaya dengan peraturan seorang pemimpin rohani akan penyelamatan dirimu atas hukuman tuhan.
2.7 Konsep ketuhanan Dalam Agama Sikh.
Berkaitan dengan konsep ketuhanan, definisi terbaik yang dapat diberikan oleh orang-orang Sikh adalah konsep ‘Mul Mantra. konsep ini menjadi landasan fundamental agama Sikh yang termuat di dalam bagian permulaan kitab suci agama Sikh yaitu Sri Guru Granth Shahib. Dalam kitab Sri guru Granth Shahib volume 1, pasal ( aYat 1 disebutkan istilah JapoJi Mul Mantra. Ayat tersebut berbunyi ; Hanya
16
ada Allah tuhan yang Esa. ‘Tuhan itu disebut Dadru, Sang Pencipta, atau Dia yang terbebas dari rasa takut dan rasa kebencian, Dia yang kekal, Dia yang tidak dilahirkan. Agama Sikh ini secara tegas menyatakan diri sebagai agama monotheisme. Dan tuhan yang Maha kuasa yang tidak tampak wujudnya itu disebut 'Ek 0mkara, sedangkan Tuhan yang tampak wujudnya disebut ‘0mkara’. Guru Granth Shahib memberikan nama-nama yang beragam kepada bentuk penampakan tuhan ini (omkara), atau yang disebut dengan ‘kartar’. (Sang Pencipta),’ Aka’(Yang Abadi), ‘Satyanama’(yang Maha Suci), ‘Shahib’(tuhan ), ‘parvadigar’ (Sang Pemelihara), ‘Rahim’( Sang Pengasih), ‘karim’(yang Mulia). Tuhan juga mempunyai gelar lain yang disebut dengan ‘wahe Guru. Yang berarti satu tuhan yang sejati.
Disamping itu, agama Sikh juga menentang ajaran Avtarvada, yakni konsep titisan (inkarnasi) tuhan. Orang-orang Sikh ini meyakini bahwa tuhan tidak bisa mengambil wujut berupa manusia. Mereka tidak percaya bahwa bahwa tuhan bisa melakukan inkarnasi, dan mereka juga melarang penyembahan-penyembahan terhadap berhala-barhala. Guru Nanak sangat dipengaruhui oleh ajaran kabir. Tidak mengherankan, bila anda membaca ‘Sri Granth Sha-hib’, terdapat beberapa bab yang mengandung untaian ‘Do has ‘ dari Sant Kabir. ‘ Dukh mein sumren sab kare, Sukh mein kare na koi. Joi such mein sumren kare, to dukh kahe hoi ‘. Artinya :setiap orang akan ingat kepada tuhannya tatkala ia berada dalam lintasan masalah, tetapi tidak seorangpun yang mengingat tuhan tatkala berada dalam keadaan senang dan bahagia.
2.8 Ajaran Nanak tentang Manusia
Guru Nanak mengajarkan bahwa seluruh umat manusia adalah satu. 0rang dimuliakan bukan karena ia anggota kasta ini atau itu, kepercayaan ini atau itu, melainkan karena ia adalah ‘manusia’. 0leh sebab itu Nanak sangat menentang ajaran tentang kasta, lebih-lebih ajaran tentang adanya manusia ‘najis’ yang haram di sentuh. Nanak meletakkan dasar bagi pengengkatan martabat manusia di kalangan masyarakat Hindu bukan atas dasar kasta, upacara-upacara singkat seperti mantra-mantra, keajaiban-keajaiban, misteri-misteri, tetapi atas dasar kodrat dan kecenderungan manusia itu sendiri. ‘tidak ada gunanya itu kasta dan kelahiran:
17
pergilah dan tanyakan pada mereka yang mengetahui kebenaran. Derajat seseorang ditentukan oleh amal kebajikannya,”demikian katanya. Nanak sangat mementingkan segi moral manusia. Menurut dia, manusia harus hidup dengan mengutamakan kesempurnaan moral, karena nilai manusia terletak pada tinggi rendahnya moral itu.
2.9 Ajaran Nanak Tentang Alam
Nanak mengajarkan bahwa alam semesta ini adalah ciptaan tuhan, dan tidak abadi. Yang kekal dan abadi hanyalah tuhan, karena tuhan adalah realitas mutlak. Nanak, juga manusia lain, adalah hamba tuhan. Tuhan adalah adalah yang maha kuasa, menguasahi segala-galanya. Kalau manusia beranggapan bahwa ia bebas melakukan kehendaknya, maka ia tidak akan dapat menikmati kebahagian yang sejati. Dengan kodrat dan irodat tuhan seluruh alam ini terjadi, dan melalui hukum tuhan alam ini menjalani kehidupannya . tidak ada sesuatu yang bisa berjalan di luar kehendak dan hukum tuhan.
Apapun yang di kehendaki tuhan semunya pasti terjadi. Tidak ada yang berada dibawah kuasa makhluk. Tuhan yang maha kuasa, maha tahu dan maha kasih sayang. Ajaran-ajaran yang berasal langsung dari Nanak ini dilengkapi terus oleh guru penggantinya. Guru Angarh mulai mencetuskan tentang perlunya kaum Sikh memiliki kitab suci dan rumah ibadahnya sendiri. Ia mempelapori pengadaan dua hal tersebut. Ia berusaha membersihkan unsur-unsur Hindu dalam Sikh seperti larangan pemujaan Sakti. Larangan pemakaran janda yang ditingalkan suaminya dipeloreh oleh Amar Das, guru ketiga. Ram Das menetapkan ajaran tentang kewajiban menumbangkan sebagian harta untuk menegakkan agama dan kepentingan umat. Juga pengangkatan seorang menjadi iman atau pemimpin upacara ditetapkan olehnya. Realisasi ide adanya tempat suci dilaksanakan oleh Rama Das ini. Ia membangun kuil emas Amritsar, yang sampai sekarang di anggap sebagai kuil suci oleh orang-orang Sikh.
Guru Goving Singh memperdekat Sikh dengan Hindu. Ia memasukkan kembali unsur-unsur Hindu yang sebelumnya telah dibersihkan dari Sikh. Berkat jasanya, Syair-syair ramayana dan mahabarata dipadukan pembacanya sebagai Adi
18
Granth di kuil-kuil Sikh. Begitu juga ajaran-ajaran tambahan lainnya, seperti penyucian atau sukramen yang mereka sebut Khandadi-Paul dan Karah Parshad. Perjamuan dan simbol-simbol kesucian yang terdiri dari 5K juga merupakan hasil tambahan dari guru.
2.10 Tentang ibadah Dan tempat yang Disucikan
Gurdwara adalah sebuah kuil peribadatan pemeluk Sikh. Gurdwara di Amritsar, nama resminya Harmandir Sahib, berwarna emas, bersinar gemilang. kuil ini terletak di tengah danau berbentuk persegi. tanah di sekitarnya berupa lantai pualam. Amritsar semula adalah nama danau. Amrit Sarovar berarti danau air suci. Kemudian menjadi nama kompleks kuil ini. Sampai akhirya, seluruh kota ini dinamai Amritsar. Danau ini begitu suci. Ratusan umat Sikh mencelupkan diri ke dalam airnya yang sejuk. Ritual mandi ini bukan sekadar membasuh diri secara badani, tetapi punya juga pembasuhan dan penyucian jiwa spiritual. Ada sedikitnya (15 juta penganut agama Sikh di india. Pria Sikh dikenali dengan mudah dari turban mereka yang membumbung tinggi. Mereka selalu menutup rambut panjang mereka dengan surban. Dalam agama Sikh, kesh atau rambut yang terpotong, adalah salah satu simbol terpenting. Sepanjang apa pun, rambut, jenggot, dan semua bulu yang tumbuh di sekujur tubuh tak boleh dipotong. kaum pria menyembunyikan rambut panjangnya dengan rapi di bawah surban mereka. Kaum wanita selain berambut panjang juga tidak boleh mencukur alis. Rambut punYa arti Yang penting dalam agama ini. Memasuki tempat suci ini, semua orang diharuskan untuk menutup rambutnya, boleh dengan surban, topi, kerudung, atau kain. Di dalam ajaran agama Sikh ‘Rambut adalah lambang kesucian yang dianugerahkan tuhan kepada umat manusia. Tidak memotong rambut berarti menerima dan mensukuri apa yang dianugerahkan oleh tuhan. Kuil emas ini terbuka bagi semua orang. Jimat dari berbagai agama, bahkan yang tidak beragama pun, disambut dengan ramah di sini. Di tempat suci ini lah dia merasa, hati dipenuhi rasa berserah diri yang sepenuhnya.
19
2.11 Tentang Aspek Eskatologi (Hidup Setelah Mati)
kepercayaan dalam agama Sikh tentang hidup setelah mati rupanya ajarannya sama dengan islam. Adapun perbedaan yang mendasar di dalam ajaran agama Sikh dengan agama islam adalah tidak adanya kepercayaan di dalam agama Sikh tentang hari akhir. Mereka masih mempercayai nirwana yang diajarkan oleh agama Hindu Brahmana.
2.12 Hari-Hari Besar
1. Baisakhi atau Tahun Baru
Baiskhi juga dieja vaiskhi, yaitu festival yang diadakan untuk merayakan Tahun Baru Sikh, yang dikenal dengan Khalsa, pada tahun 1699. Festival ini dirayakan pada tanggal 13 atau 14 April. Yaitu festival panen di Punjab, yang menjadi festival Sikh yang paling penting.
2. Diawali atau Festival Cahaya
Festival ini adalah festival yang dirayakan pada akhir Oktober atau awal November. Festival ini dirayakan oleh orang Sikh, Hindu, dan Jain. Untuk Sikh, Diawali ini sangat penting dirayakan karena untuk merayakan pembebasan Guru Har Gobind dari penjara dan 52 pangeran lainnya, pada tahun 1619. Sikh merakan kembalinya Guru Har Gobind dengan menyalakan Kuil Emas dan tradisi ini berlanjut hingga saat ini.
3. Holla Mohalla
Hola Mohalla berasal dari kata “Mohalla” dalam bahasa Punjab, yang berarti prosesi terorganisir dalam bentuk tentara yang diirirngi drum perang dan bergerak dari satu Negara ke Negara lain. Festival ini dirayakan setiap tahun pada bulan maret.
20
2.13 Sekte-Sekte Agama Sikh
Ada dua sekte yang sangat menonjol di kalangan kaum sikh, yaitu panthis Nanak dan Khalsa Sikh. Punthis Nanak merupakan aliran besar yang ingin mempertahankan ajaran-ajaran asli Guru Nanak, sedangkan khalsa merupakan kelompok yang mengutamakan kepatuhan dan ketundukan kepada Guru yang kesepuluh, yaitu Govin Shingh. Pandangan kelompok ini lebih dinamis dan lebih terbuka terhadap kemungkinan adanya perubahan atau pembaharuan.
Selain kedua sekte di atas, kaum Sikh terpecah pula kedalam lima sekte lain, yaitu Orsi, Hendali, Artenas, Namdari dan Akali, dua aliran yang akhir terserbut perlu dijelaskan.
1. Sekte Namdari
Sekte ini didirikan oleh Bhai Ram Singh,seorang parwira pasukan raja Ranjit Singh. Bhai Ram adalah seorang yang taat beragama dan murit dari seorang pengikut sekte Orsi, yaitu. Baba Balak Ram. Bhai Ram ingin mengadakan pembaharuan terhadap agama Sikh. Dia mengarkan bahwa gurunya, Baba Babak Ram, adalah Guru Sikh yang kesebelas dan dia sendiri menjadi Guru yang keduabeles. Ajaran ini diterima oleh sebahagian kaum Sikh, dan mereka menganggap bahwa Bhai Ram adalah Guru yang keduabelas. Aliran ini dikenal karena kesalehannya dan juga karena pakaian yang dipakai.
Anggota-anggota sekte ini tidak mau memakan makanan yang tidak dimasak oleh anggota kelompok mereka, damn mau pula memakan mkanan yang najis, minum-minuman yang haram, sikap mereka terhadap pengusaha juga keras. Mereka selalu memboikot kantor-kantor pos dan pengadilan inggris. Suatu ketika mereka pernah mencoba mengusir kekutan inggris dari sekitar mereka dan berusaha membagun kekuatan mereka sendiri. Akan tetapi mereka gagal. Dalam penyerangan yang mereka lakukan terhadap pos-pos di daerah punjab, sekitar limapuluh orang dari mereka terbunuh. Kegagalan pemberontakan ini menyebabakan seluruh pemimpin mereka yang berada di punjab ditahan oleh pasukan militer inggris dari devisi
21
Ambala. Kemudian mereka dibuang ke Rangoon dan Andaman. Ram Singh sendiri dibuang ke Rangoon dan tidak di perbolehkan lagi kembali ke india.
Setelah mereka gagal didalam usaha politik ini, golongan Namdani mulai memusatkan perhatian kembali ke masalah agama. Yang pertama dilakukannya adalah mengangkat Guru baru penganti Baba Ram Singh. Dia masih keponakan Baba Ram Singh. Jumlah mereka sekarang diperkirakan ada sekitar 900.000 jiwa.
2. Sekte akali
Sekte akali adalah suatu aliran yang paling akhir lahir dari kalangan kaum Sikh, karena aliran ini baru muncul setelah perang dunia kedua. Berbeda dari sekte Namdari, sekte ini sangat kuat ke arah politik. Tokoh utamanya, Banda Bairagi sangat besar pengaruhnya dalam menentukan arah politik kelompok ini. Apa yang dilakukan oleh Banda Bairgi dan para pengikutnya dapat digambarkan dalam keterangan berikut:
Perhatian Banda tidak pernah lengah dari mengamati pasukan inggris di india. Sering sekali ia melakun perang gerilnya dan dengan menyamar didalam kerumunan orang banyak, mereka selau menimbulkan kerusuhan-kerusuhan yang merepotkan penguasa. Banda tidak menetap dari suatu tempat. Dan dia tidak pernah meninggalkan bekas pembunuhan penyerangan serta penghancuran suatu sasaran. Mereka juga menghancurkan masjid-masjid dan mengobrak-abrik makam kaum muslimin.
Di samping itu ada juga yang membagi kaum Sikh menjadi dua golongan besar, yaitu Manjha dan Malwa. Penamaan disesuikan dengan tempat tinggal atau pusat daerah kediaman para pengikutnya.[25] Majha adalah nama daerah bagian selatan B’ari Do;ab, yang terletak diantara sungai Beas dan Ravi, dekat kota Lahore dan Amritsar. Malwa adalah kaum Sikh yang berdiam di daerah sebelah selatan sungai Sultej juga sampai ke daerah sekitar New Delhi dan Bikaner. Mereka merupakan penduduk asli daerah bersangkutan. Di kenal sebagai Namoor Sikh dan Famili Phakalyan dengan Maharaja Patiala sebagai pemimpin mereka.
22
2.14 Agama Sikh Dan Agama-Agama Lain
Yang paling dikemukan di agama ini adalah hubungan antara Sikh dan islam, dan antara sikh dengan hindu, karena dengan antara dua agama ini sikh mempunyai agama yang banyak jalin kelindanya, sebagaimana telah di singgung dari uraian sebelumnya. Tetapi agama bukan islam dan hindu. Melainkan tetap agama sikh. Shardar Kushwant Singh, seorang sarjana dan novelistsikh terkenal, menulis dalam bukunya, History of the Sikhs, bahwa sikh lahir dari perkawinan antara hinduisme dan islam setelah kedua agama ini kenal satu sama lain dalam satu periode yang sudah bejalan selama hampir sembilan ratus tahun. Bagaimana hubungan yang sesungguhnya antara sikh dan hindu, antara sikh dan islam itu? Pada mulanya hampir tidak ada keserupaan antara Hinduisme dengan ajaran sikh yang pertama kali tentang tuhan, juga tentang penciptaan, tentang alam semesta atau dunia, hubungan antara tuhan dengan alam semesta, pandangannya tentang manusia, ide tentang keselamatan, ajaran tentang kemasyarakatan, penyucian, upaca pribadatan dan lain-lainnya. Semuanya berlawanan, dan dari segi ini benarlah apa yang di katakan Nanak, bahwa ‘tidak ada Hindu’.
Walaupun dalam waktu yang sama Nanak juga mengatakan, bahwa ‘tidak ada muslim,’ tetapi antara Nanak dengan islam adalah sangat dekat, juga dengan ajarannya. Sementara Nanak menampakkan antipatinya yang keras terhadap Hindu, ia memperlihatkan simpati yang nyata terhadap islam.[28] Sementara Nanak sama sekali tidak menghargai Hinduisme, ia memperlihatkan diri sebagai pengikut ajaran islam. Pada suatu hari Nanak di undang majikannya, Nawab Daulat Khan Lodhi, untuk mengikuti shalat jumat di masjid. Dengan senang hati Nanak memenuhi ajakan tersebut. Ia pergi ke masjid dan ikut serta shalat jumat. Akan tetapi, sewaktu orang sujut, Nanak tidak sujut serta mereka. Selesai shalat, Nawab menanyakan hal tersebut kepadanya, yang dijawabnya: saya sejutu mengikuti shalat bersama anda, tetapi karena anda tidak sedang shalat, maka tidak ada lagi makna sujudku,’ apa maksudmu, ‘kata Nawab. Nanak berkata; ‘Namnak berkata,’sekarang coba ceritakan kepada ku’, apakah sembahyang itu terdiri dengan ruku’ dan sujud saja itu saja? ‘tidak’ coba
23
katakan kepaadaku, Apakah ekspresi rohaniahnya!” penyembahan oleh jiwa yang di ucapkan dengan lafas kata-kata atau bacaan shalat,” jawab Nawab. Itulah sebabnya saya katakan, baik engkau maupun Qazi didak melakukan shalat, kata Nanak, kalau badan mu membungkuk(ruku’), jiwamu di kuasahi oleh yang lain-yain, Nanak mencerikan kepada mereka apa sebenarna yang mereka ingat sedang ruku’ dan sujud itu. Qazi menghawatirkan kelahirkan anak kuda betinanya yang baru di rumahnya, sedangkan Nawab dalam khayalannya pergi ke kabul untuk membeli kuda pilihan. Kemudian Nanak kembali ke kumpulan jamaah dan berkata: “saya akan mengajarkan semua bagaimana melakukan shalat yang benar sesuai dengan ajaran AL-Quran AL-Karim,” ia berkata:
“di masjid kecintaan terbentang permadani keyakinanan senangilah haya pencarianmu yang halal ikutilah kitab suci adakanlah pembatasan dan kesopanan kendalikan puasamu lakukan ibadah haji yang benar ke kka’bah perbaikilah tuntunan rohanimu perbaikilah karya-karya syahadatmu kemudian jadilah seorang muslim ulang-ulanginya namanya dengan tasbihmu ia akan memuliakan kamu”.
Nanak mengajak mereka agar menyucikan dan membersihkan pikiran, karena dengan kesuian dan kebersihan itu ucupan dan bacaan kata-kata dalam shalat dapat berguna dan bermakna. Guru Nanak senantiasa membaca AL-Quran dan meberi pentunjuk kepada orang berdasarkan apa yang dibacakannya dari kitab suci itu tersebut. Dalam Adi Granth ia berkata: “Abad Weda sudah lewat, begitu juga masa kitab-kitab Purana; sekarang ini hanya AL-Quran lah yang satu-satunya kitab yang sanggup menuntun dunia ini,”Naskah AL-Quran yang selalu dibacanya untuk memperoleh petunjuk tuhan itu masih tersimpan baik di Guru Har Sahai, di desa Ferozepur. Pakain atau jubah yang disebut Chola Sahib yang selalu di pakainya pada upacara-upacara penting masih dapat dilihat di Dera Baba Nanak, di propinsi punjab, india.
Sangat banyak yang dapat dijadikan bukti bahawa Nanak sangat menghargai kitab suci AL-Quran, dan yang paling penting, kalimat syahadat islam yang berarti “tidak ada tuhan selain allah, dan muhammad adalah utusan allah” berulang kali
24
diikrarkan Nanak. Pernyataan lain yang menguatkankan pendapat tentang ketetarikannya kepada islam adalah: agama bdertuhan adalah islam. Nanak juga pergi ke mekah untuk menunaiakan ibadah haji, walaupun dengan keanehan-keanehan tingkah laku sewaktu ia melaksanakan ibadah haji tersebut. Nanak pernah berkata dalam Adi Granth: ‘orang yang suci,’ para pembaharu agama, para syuhadak’, syekh-syekh dan pada ahli kitab akan menerima hasil yang tidak ternilai harganya, jika mereka memohon daruds atau kemampuan tuhan pada rasul yang suci itu( muhammad).
Ajaran tauhid islam sangat berpengaruh dalam diri Nanak. Hal ini nampak jelas dari ajaran-aajarannya, sebagaimana telah di uraikan di depan. Gokal Chan Narang, tokoh terkemuka dari gerakan Arya Samaj yang sangat setia terhadap hinduisme dan terkenal karena siakap permusuhannya terhadap islam, tidak dapat menyangkal betapa besar pengaruh islam terhadap agama sikh. Ia mengemukannya dengan caranya sendiri, Guru Nanak dianggap sebagai orang sangat terpengaruh oleh seorang sufi di india, yaitu Kabir, sebagaimana telah di singgung sebelumnya. Bahkan dinyatakan, bahwa Guru Nanak sama Kabir, seorang sufi. Kabir diangakap sebagai pendahulu langsung dari Guru Nanak. Kabir telah mengalami kekhusukan bersatu dengan tuhan. Kabir pernah bernah berkata: seperti sungai menuju ke samudera, begitu jugalah hatiku menyentuh engkau.; ia juga mengekpresikan keesaan tuhan dalam syairnya. Kabir juga percaya pada kesatuan manusuia dan juga mengutuk ajaran hindu tentang kast. Juga ia menolak keras ajaran hindu tentang inkarnasi dan mandi suci di sungai. Kabir juga menentang ajaran hindu tentang hidup membujang, karena ia sendiri mempunyai istri dan memperoleh seorang putra dan seorang putri, serta menopang hidupnya sebangai seorang tenun yang sederhana. Walaupun dalam waktu yang sama Nanak juga mengatakan, bahwa ‘tidak ada muslim,’ tetapi antara Nanak dengan islam adalah sangat dekat, juga dengan ajarannya. Sementara Nanak menampakkan antipatinya yang keras terhadap Hindu, ia memperlihatkan simpati yang nyata terhadap islam. Sementara Nanak sama sekali tidak menghargai Hinduisme, ia memperlihatkan diri sebagai pengikut ajaran islam.
25
Akhirnya, sebuah harian berbahasa urdu di Delhi, Nai Dunya, terbitan februari 1958, mengidam-idamkan agar kaum Sikh, Kristen, persi, Dravida, dan umat Budha di india, hendaklah semunya berlayar dalam satu perahu yang sama.
26
BAB III
PENUTUP
3.1. Kesimpulan.
Berdasarkan pembahasan yang yang tercantum dalam sejarah-sejarah dalam ruang lingkup tentang agama Sikh, dapat disimpulkan berikut:
1. Sikhisme merupakan sinkronisme dari Hinduisme dan Islam yang masuk ke india. Guru nanak sebagi pendiri agama Sikh ingin menyatukan kedua agama ini dalam semboyan “tidak ada Hindu, tidak ada Muslim”.
2. Sikhisme berangkat dari perjalan sejarah antara Hindu dan Islam yang sekian lama saling bermusuhan di india.
3. Pada dasarnya setiap agama percaya pada satu Realitas Tertinggi, namun disebutkan diaplikasikan dalam beragam cara. Dalam Islam penyembahan terhadap tuhan tidak diaplikasikan dalam bentuk atau wujut apapun, lain halnya dalam Hinduisme yang menyembah tuhan diwujutkan dalam berbagai bentuk manifestasi Tuhan. Tetapi, pada intinya penyembahan terhadap tuhan ini tidak terlepas dari keyakinan satu Realitas tertinggi.
4. Agama Sikh dalam ajaran ketuhannya percaya pada Satu tuhan tertinggi (monotheisme) dan tidak diaplikasikan dalam bentuk apapun.
5. Agama Sikh sangat menentang penyembahan terhadap berhala, inkarnasi Tuhan dalam bentuk manusia dan sebagainya yang terdapat dalam Hinduisme. Oleh sebab itu, dalam hal transendensi, Sikh lebih menekankan kepada ajaran tauhid islam, sedangkan dalam hal imanensi Tuhan, agama Sikh lebih menekankan kepada panteisme dalam Hindu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar